Duet Maut Ini Bisa Bikin IHSG Anjlok ke Bawah 6.000

Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik menjadi lebih dari 6.100 pada awal perdagangan Selasa (13 Juli), justru berbalik dan anjlok lebih dari 1% menjadi 6.012.032.

Meskipun pasar turun tajam, investor asing membeli Rs 91.690 crore bersih di pasar reguler. Dikombinasikan dengan pasar transaksi dan pasar spot, terjadi pembelian bersih sebesar Rs 211 miliar.

Kemampuan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan Kegiatan Kedaruratan Masyarakat Mikro (PPKM) menyebabkan IHSG mengalami penurunan dan ada risiko operasional akan dilanjutkan kembali pada Rabu 14 Juli 2021. Kemungkinan perpanjangan itu tertuang dalam pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“PPKM darurat akan diadakan selama 46 minggu untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diperkirakan akan berkurang secara signifikan,” tulis Sri Mulyani saat rapat dengan Banggar DPR pada Senin 12 Juli 2021 (Covid19) dan terus meningkat.

Kemarin dilaporkan jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 47.899 orang, yang merupakan rekor tertinggi dan melampaui rekor sebelumnya sebanyak 40.427 orang.

Sementara itu, bursa saham AS atau Wall Street secara eksternal terkoreksi rekor akibat tingginya inflasi. Kekhawatiran penurunan muncul kembali dan ketiga indeks utama menyentuh merah, yang tidak diragukan lagi memberikan sentimen negatif pada pasar Asia.

Penyebaran virus corona di dalam negeri dan risiko penerbangan ke luar negeri menjadi “duet fatal” bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Dari segi teknologi, IHSG telah jatuh lagi setelah menguji rata-rata pergerakan 100 hari (MA 100).

MA 100 yang berada di kisaran 6.070 hingga 6.080 menjadi tembok tebal atau resistance, IHSG beberapa kali mencoba melewatinya namun selalu gagal.

IHSG telah berada di bawah MA 100 sejak 31 Maret, lebih dari 3 bulan terakhir. 4.444 IHSG kini terjepit di antara MA 100 dan MA 50 yang berada di kisaran 5.970 hingga 5.980. Selama salah satu dari dua MA tersebut belum ditembus secara konsisten, IHSG cenderung datang dan pergi.

Level psikologis 6.000 masih merupakan support terdekat; jika IHSG terlampaui, ada risiko turun menjadi 5.970 (50 karyawan). Jika berhasil bertahan di atas level psikologis tersebut, IHSG berpeluang menguji kembali MA 100

Sementara itu, indikator stochastic pada daily chart bergerak horizontal mendekati level 50. Stochastic merupakan leading indicator atau indikator yang memicu pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai area overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), harga suatu instrumen berpeluang untuk berbalik arah.

Tekanan pada IHSG mereda setelah stochastic berhasil menembus area overbought, meskipun harus menunggu hingga oversold untuk mendapatkan momentum yang kuat.

Duet Maut Ini Bisa Bikin IHSG Anjlok ke Bawah 6.000