Lo Kheng Hong Diam – Diam Simpan Saham Ini Loh!

Investor kawakan Lo Kheng Hong selama ini diketahui menyimpan dana investasinya di atas 5% di lima saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai dari batu bara, pabrik ban, perusahaan media hingga logistik perkapalan.

Setidaknya saham portofolio LKH, panggilan akrabnya, yakni pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), kontraktor batu bara PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten logistik dan pelayaran PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), emiten media PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan emiten multifinance PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

Namun di luar lima saham ini, ternyata LKH juga berinvestasi di saham-saham perbankan dan industri jasa keuangan non-bank (IKNB). Hanya saja porsinya memang belum sampai di atas 5% sehingga tak bisa dilihat oleh investor publik.

“Saya punya saham bank dan non-bank, cuma baru 4%,” kata Lo baru-baru ini. Lo Kheng Hong juga belum membeberkan saham bank dan jasa keuangan non-bank yang dibelinya.

“Jumlah saham saya cuma baru 4%, belum di atas 5% sehingga belum terlihat oleh publik,” kata investor yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia ini.

Berdasarkan data KSEI, saham jasa keuangan non-bank yang juga dimiliki Lo Kheng Hong ialah CFIN. Berdasarkan pengumuman di keterbukaan informasi BEI, Lo membeli sebanyak 19.215.800 saham di harga Rp 246 per saham dan Rp 270 per saham. Transaksi pembelian saham ini dilaksanakan pada 6 April dan 8 April 2021.

Dengan demikian, persentase kepemilikan Lo di CFIN naik menjadi sebanyak 205.376.800 saham atau setara 5,15%. Sebelumnya diberitakan Lo Kheng Hong yang juga berinvestasi di situs judi slot online memiliki 204.491.000 unit saham CFIN atau setara 5,13% kepemilikan.

“Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” ungkap Direktur dan Corporate Secretary CFIN, Jahja Anwar, Jumat 23 April 2021.

Clipan Finance adalah perusahaan pembiayaan yang saat ini sahamnya dikendalikan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank dengan kepemilikan 51,48%. BBH Luxembourg 8,23% dan sisanya pemegang saham publik 40,29%.

Analis PT Indo Premier Sekuritas, Mino mengatakan dari pandanganya ada tiga saham yang menarik dari kepemilikan LKH, yaitu GJTL, BMTR juga MBSS.

“GJTL sangat berdampak pada industri otomotif yang mulai bangkit, kalau penjualan otomotif naik otomatis GJTL akan positif. Kemudian BMTR yang bergerak di bidang media juga mulai baik khususnya di televisi karena belanja iklan sudah naik, sejalan dengan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

“Sementara MBSS di bidang pelayaran juga akan selaras dengan proses pemulihan ekonomi. Kalau ekonomi bisa naik 4%, tentu akan positif ke perusahaan sektor pelayaran,” tambahnya.

Mino menilai, jika investor menjadikan profil Lo Kheng Hong sebagai acuan dan ingin mengoleksi saham-saham itu, maka modalnya harus paham juga strategi atau cara LKH bertransaksi.

LKH yang terkenal dengan value investing ini memang dikenal memegang saham dengan time frame yang cukup lama alias jangka panjang.

“Investor harus sabar kalau mau mengikuti cara Lo Kheng Hong, itu modal awalnya,” jelas Mino.

Mino menjelaskan Lo Kheng Hong melihat prospek. Ada dua cara dilihat dari historical keuangan perusahaan itu apakah konsisten membuahkan pendapatan dan laba yang bertumbuh, aset lancar dan tidak lancar, serta laporan arus kas.

Selain itu juga harus memiliki pandangan industrinya apakah sedang bergairah atau tidak.

Lo Kheng Hong Diam – Diam Simpan Saham Ini Loh!